Lahan di Kawasan Industri Diprediksi Naik Permintaannya di 2023

Terutama kawasan industri di Cikarang dan Karawang.

Klaster Industri Net Zero Pertama di Asia Tenggara

Kawasan Industri Jababeka. Foto: jababeka.com

Keadaan perkonomian di Tanah Air memang sedang dalam tahap pemulihan pasca pandemi Covid-19. Harapan demi harapan pun kembali muncul di benak para pelaku usaha, termasuk harapan permintaan lahan di kawasan industri yang diprediksi bisa meningkat di 2023 mendatang. Lahan kawasan industri yang diprediksi akan meningkat permintaanya melingkupi wilayah timur Jabodetabek yakni Cikarang dan Karawang, Jawa Barat.

Pasalnya, di tahun 2022, sayangnya penyerapan bersih lahan industri menurut data dari konsultan properti Cushman & Wakefield mengalami penurunan dengan penyerapan lahan hanya maksimal 150 hektare dan tingkat penjualan mencapai 60 persen. Di tahun sebelumnya yaitu 2021, juga tidak jauh berbeda. Maka dari itu di tahun depan diharapkan bisa meningkat lebih baik lagi. 

“Permintaan pada 2023 diperkirakan akan sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2022,” kata Strategic Consulting Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo,

Adapun sektor industri yang diperkirakan akan banyak meminta lahan baru di kawasan industri datang dari industri teknologi tinggi seperti pusat data dan industri otomotif, khususnya kendaraan listrik. Tak hanya itu, sektor lain seperti industri barang konsumsi, makanan dan minuman juga diharapkan menjadi sumber permintaan properti industri.

Nggak hanya lahan, tentunya sejumlah gudang baru penopang kegiatan industri juga disiapkan. Pihak konsultan memperkirakan bakal ada 10.000 meter persegi ruang gudang baru untuk mendukung kegiatan industri di 2023. Namun, meskipun lahan di kawasan industri dan ruang gudang akan meningkat permintaannya, persaingan yang ketat diperkirakan akan menahan pertumbuhan sewa rata-rata pasar gudang. Khususnya, pada daerah dengan permintaan tinggi seperti Jakarta dan Bekasi.

Melihat kondisi tersebut, Arief menerangkan prospek kawasan industri masih berada di tangan industri teknologi tinggi seperti pusat data, dan otomotif (industri kendaraan listrik) sebagai penghasil permintaan utama di 2023.

“Kemudahan bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia (melalui sistem OSS), diharapkan dapat membantu permintaan lahan industri dan pergudangan,” tandasnya.

Nah, itu dia Sob, berita industri penutup tahun 2022. Semoga kegiatan perekonomian termasuk kegiatan industri yang paling banyak menopang pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 bisa bangkit dan semkain moncer di tahun depan. Kalau kamu mau lihat kabar-kabar yang terjadi di dunia industri selama tahun 2022 kamu bisa lihat Kaleidoskop Berita Industri 2022 versi Sampaijauh.com di sini, ya!

Exit mobile version