Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara untuk para pecinta jalan-jalan alias traveller di dunia. Pasalnya, selain negara kepulauan Indonesia memiliki ratusan bahkan ribuan tempat wisata alam yang unik, seperti Desa Nglanggeran yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Desa Nglanggeran yang berada di Kecamatan Patok, Kabupaten Gunung Kidul ini pernah meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik atau ASEAN Tourism Standards 2018 pada (26/1/2018) di Chiang Mai, Thailand.
Bukan tanpa alasan Desa Nglanggeran menjadi destinasi wisata wajib dikunjungi di wilayah ASEAN. Karena desa ini memiliki wisata alam, situs geologi, wisata sejarah, wisata kuliner dan lain-lain.
Salah satu yang menjadi andalan wisata di desa ini adalah Gunung Api Purba. Perlu diketahui, Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan satu dari tiga gunung purba yang ada di Pulau Jawa dan menjadi salah satu situs geologi yang memperoleh penghargaan terbaik tourism karena merupakan wisata berwawasan lingkungan yang mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi, masyarakat lokal, pembelajaran serta pendidikan.
Masuk dalam kawasan Taman Bumi Gunung Sewu Geopark, Gunung Api Purba Nglanggeran ini juga dijadikan laboraturium alam untuk penelitian. Selain Gunung Api Purba, juga ada waduk atau embung yang dikelilingi pemandangan pegunungan yang sangat cantik.
Keindahan desa terbaik ASEAN 2018 ini semakin terlihat terdapat dua air terjun yang tidak jauh dari waduk Nglanggeran, yaitu Air Terjun Talang Purba dan Air Terjun Kedung Kandang. Kedua air terjun ini memiliki karakteristik yang sama dengan aliran air yang bertingkat yang membelah persawahan.
Wisata yang wajib dirasakan oleh para turis di desa ini adalah suasana Kampung Pitu. Di mana di kampung ini memiliki banyak sejarah yang mistis. Salah satunya adalah tiap rumah yang ditinggali hanya boleh diisi oleh tujuh orang saja, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.
Jika ada warga yang melanggar aturan adat ini, diyakini salah satu keluarga yang menempati rumah tersebut akan kehilangan nyawa atau menerima marabahaya lainnya. Maka dari itu, kampung tersebut dinamakan Kampung Pitu.
Meski mistis, kampung yang terletak di puncak timur situs Gunung Api Purba Nglanggeran ini terasa sangat sejuk karena berada di ketinggian 740 mdpl. Bagi para wisatawan yang ingin menetap di desa ini, tersedia juga penginapan atau rumah warga yang disewakan dengan kisaran harga Rp. 75.000 – Rp 150.000 /malam/orang.
Untuk bisa mengunjungi Nglanggeran dari Bandara Adisucipto Yogyakarta, Anda dapat menempuh menggunakan motor atau mobil dengan jarak sekitar 20 km atau 45 menit. Jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa naik bus jurusan Yogyakarta – Wonosari dari Terminal Giwangan atau perempatan Ketandan (Ringroad), lalu turun di Polsek Patuk.
Dilanjutkan dengan naik ojek hingga base camp Gunung Nglanggeran. Untuk harga masuk kampung Nglanggeran Anda hanya dikenakan biaya Rp. 7000 (siang hari) dan Rp. 9000 (malam hari).
Berminat mengunjungi desa satu ini?